Rabu, 21 Desember 2011

Maaf dari Yunda

               

                Sore itu mendung menyelimuti bumi. Langit terlihat begitu kelam. Gadis itu tetap terpaku pada laptopnya. Dia memang begitu rajin untuk mengerjakan berbagai tugas. Sejenak Ia melihat rintik-rintik air yang turun membasahi bumi di balik jendela kamar kosnya. Drrt..Drrt..Drrt. handponenya bergetar tanda sebuah telepon menghampiri handphonenya. Ia menengok HPnya sebentar,lalu mulai focus ke Laptonya lagi. Tok..tok ..tok, terdengar pintu diketuk dari luar. “masuk aja nggak di kunci kok,” ucapnya pada orang di balik pintu. “ eh kamu Lan, skripsimu sudah selesai?” tanyanya memulai perbincangan. “belum sih, lagian kamu ngapain sih, rajin amat”. Ayunda hanya senyum mendengar perkataan temannya yang satu ini. Drrt..Drrt..Drrrt.. “Yun, HPmu bunyi yuh?” ujar Wulan sambil ,mengengok ponsel Ayunda yang tengah asik bordering. “Yun, mamamu telfon tuh?” ujarnya sambil berbaring di kasur Yunda. “Biarin aja lan, nanti aja aku telfon mama balik.” Ia kembali terfokus pada laptopnya, sementara Wulan tengah asik membaca novel miliknya.
                Sore itu mereka bebincang-bincang amat banyak menghias angkasa(emang bintang kecil). Jam 8 malam Yunda sudah bergelayut dengan alam mimpinya, mungkin Ia begitu lelah mengerjakam tugas-tugasnya. Hingga akhirnya Ia terlupa tidak menelefon mamanya yang tengah menunggu telfon darinya.
                Malam semakin larut, wanita tua itu masih setia duduk di kursi tua nan reyot itu. Sesekali Ia memengangkat gagang telefon sambil harap-harap cemas. “ma, sudah larut malam, sebaiknya mama istirahat saja di kamar.” Ucap anak lelakinya penuh perhatian. “tapi, mamamasih menunggu adikmu telefon Ran,! Nanti takutnya, dia telefon terus nggak ada yang ngangkat gimana, mama kan kangen,” ujar mamanya lirih, suaranya sedikit serak, sesekali wanita berkacamata itu terbatuk-batuk. “sudahlah ma. Nanti kalau adik telefon, Rani bakal ngebangunin mama, supaya mama bias bicara dengan adik. Tapi, sekarang mama istirahat dulu ya?”tuturnya pelan sambil membopong mamanya menuju kamar. Mamanya tersenyum senang akan perhatian anak keduanya itu.
                Rani terduduk di teras rumahnya. Ia sedari memencet tombol HPnya, lalu ia dekatkan HPnya itu ke kupingnya. “tut..tut…tut..” panggilan terputus begitu saja. Ia mencobanya hingga beberapa kali, namun hasilnya tetap saja sama. Malam semakin larut, lama-lama hatinya kian dongkol. Lalu ia mengirim sebuah text message untuk adiknya.  
                Kepada : Yunda
                Yun., kapan libur? Luangkan sedikit waktumu untuk mengunjngi mama. Mama rindu berat sama kamu. Lalu iamengeklik tombol kirim.
                Pagi ini mentari absen untuk menyinari bumi, namun begitu tak pernah membuat gadis 18 tahun itu untuk lalai akan tugasnya. Ia segera berkunjng ke kamar mandinya dengna sesekali menggeliat. “Yun, berangkat yuk?” ajak Wulan yang tuba-tiba masuk ke kamarnya tanpa permisi. Ia segera merangkul tasnya ke bahu. Tak lupa membawa laptop yang sampai saat in masih begitu setia menemaninya dalam menggarap tugas kuliahnya.
                Baginya kuliah adalah jembatan menuju kesuksesan. Ia ingin segera lulus kuliah dan segera bekerja. Ia ingin membahagiakan mamanya dengan kesuksesannya tersebut. “hay yun, masuh sibuk?” Tanya seorang pria melihat gadis manis itu terlihat sibuk mengotak-atik laptopnya. “iya nih Yud, kamu tumben kemari. Emang nggak ada jam kuliah?” tanyanya seraya menutup laptop applenya. “enggak ada, ke kantin yuk?”ajaknya, tanpa persetujuan Yudha langsung menarik tangan wanitanya dengan halus. “cieh, Yunda makin nempel aja nih sama Yudha” ujar Wulan yang tengah menikmati baksonya. Yunda hanya tersenyum malu. Yudha memang sudah sejak lama merangkai hubungan dengan Yunda, ia sudah begitu terjerat akan cinta Yunda.
                Sore itu, hujan mengguyur kota Jakarta dengan derasnya. Dinginpun mulai menghampiri tubuh Yunda yang sedang memperhatikan rinai hujan dari balik tirai kamarnya. Kilat bersautan menghiasi langit mendung. JEDDARRR.. sebuah petir menyambar keras suasana sore pucat itu. Ia menutup telinganya dan bersembunyi di kolong meja.
Yunda, kamu dimana sayang. Hujan-hujan begini jangan main petak umpet nak?” ucap mamanya sambil mencari-cari putri bungsunya itu. Ia berkeliling rumah hingga akhirnya menemukan putrid kecilnya itu di bawah meja belajar kamar. “Yunda, keluarlah nak” pinta mamanya. “Yunda takut petir ma. Yunda takut banget.”ujarnya polos, wajahnya ketakutan hingga pucat pasi. “keluarlah nak, Yunda nggak akan ketakutan karena mama akan jagain Yunda.” Yunda pun langsung kelur dan memeluk mamanya dengan erat, sangat erat. Air bening pun membasahi pipi keduanya. Lama mereka berpelukan sampai hujan kini mereda. Ibu baik itu langsung mengusap air mata putrinya penuh haru.
“mama, janngan tinggalin Yunda. Yunda sayang banget sama mama. Yunda juga mau nernyanyi sebuah lagu buat mama Yunda tersayang. Mama mau dengar kan?”. Mamanya tersenyum dan menangguk pada gadis kecilnya. “kasih mama kepada Yunda tak terhigga sepanjang masa.. hanya member tak harap kembali nagai sang surya menyinari dunia..” seusai bernyanyi gadis imut itu bertepuk tangan untuk dirinya sendiri. Raut wajahnya kini berubah sangat cerah melebihi suasana senja yang kini telah terang benderang. “mama.. mama kenapa menangis ma?”Tanya anaknya dengan lugu. Air mata kembali terurai dari mata bulatnya. “mama nggak suka dengan lagu itu? Atau suara yunda jelek ma?”. Mama baik itu langsung memeluk putrinya kembali. “mama.. mama senang sekalli kamu mau menyanyikan lagu itu nuat mama. Yunda teruslah menjadi anak mama yang baik,perhatian, dan bebakti sama papa dan mama. Janji!” setelah menguraikan akan harapannya ibu itu mengacungkan kelingkingnya di depan Yunda. Yunda segera menyambut jemari ibunya dengan penuh bahagia.
Yunda berhenti dari nostalgianya. Ia langsung menyambar HP yang sedari kemarin mati. Ia terkejut melihat panggilan tak dijawab yang mencapai 27 kali itu. “Biarin aja lan, nanti aja aku telfon mama balik.” Ia teringat ucapanya kemarin. Lalu ia membaca pesan dari kakaknya.
Dari : kak Surani
Yun., kapan libur? Luangkan sedikit waktumu untuk mengunjngi mama. Mama rindu berat sama kamu.
Yun. Mama sakit. Pulanglah.
                Hatinya menangis lirih melihat pesan dari kakaknya itu. Tanpa piker panjang Ia langsung mengambil jaket dan tasnya. Ia berlari menuju terminal yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Mama tunggu aku datang ma. Yunda begitu merindukan mama,ucapnya membatin. Setelah 5 jam perjalanan sampailah ia ke tanah kelahirannya. Ia langsung menuju Rumah Joglo yang sampai kini masih berdiri kokoh. Ia mulai mengetuk pintu usamg itu. Hatinya semakin cemas melihat rumahnya itu kini telah kosong. “bi Lastri, mama kemana kok rumahnya di gembok?”tanyanya pada tetangga yang baru pulang dari pasar. “mamamu sakit keras sejak 2 minggu yang lalu. Sekarang masih di rawat di RS Bakti Husada”. Setelah berterimakasih.
                Ia berlarian menuju ruang mamanya. Perasaan rindu dan cemas berbaur menjadi satu di hatinya. Langkahnya terhenti melihat pria yang sangat di sayanginya. “kamu.. ngapain kamu kemari, belum puas kamu nyakitin mama?” makinya pada adiknya yang barusaja tiba. Kemarahan begitu tergambar jelas di raut wajahnya.“kakak, Yunda mau melihat mama kak, yunda kangen.” Air mata bening meng hiasi pipinya ucapan kakaknya begitu menyayat hatinya. “buat apa? Kurang puas kamu menyakiti hati mama.” Kemarahannya memuncak. “Rani, jangan begitu.” Ujar Lala, kakak Rani. Wajahnya yang marah kini mulai teduh. Air mata yang susah-susah di tahan kini keluar juga. “masuklah, mama sudah menunggumu.” Ucapnya tak tega.
                Ia langsung memeluk tubuh mamanya yang kini terbaring lemah tanpa daya. “ma..ma..ma..mama..”panggilnya sesenggukan bersama tangis. “ma..mama maafin Yunda, yunda udah bikin mama sakit. Yunda minta mamaf mama.. yunda belum bias jadi yang terbaik buat mama, Yunda juga sakit, melihat mama sakit.. yunda…” katanya terhenti, baju keduanya kini telah basah oleh air mata. “jadilah anak bunda seperti 13 tahun lalu sayang.” Mereka semua terdiam sejenak. “kasih ma..ma kepada Yun..yun..da tak terhigga sepanjang masa.. hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia..” tangisnya tak henti menemani lagunya. Kedua kakaknya takkuasa menahan ai r mata melihat adegan galau ini. Mamanya tersenyum tipis dalam tangis harunya. Waktunya kini telah tiba ,.. “Asyhadu alla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluh” ucapnya penuh sakit. “mamaaaaaaaaa……” teriak Yunda histeris. “Yunda, memang ini yang ditunggu mama, mama itu bertahan untuk melihatmu yang terakhir kalinya.” Tutur Rani bijak, hatinya sangat sakit. Yunda pun tak menyangka ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan mama.
                Tangis kini membanjiri gundukan tanah merah itu. Untuk trakhir kalinya Yunda menyanyikan lagu kesukaan mamanya. “kasih ma..ma kepada Yun..yun..da tak terhigga sepanjang masa.. hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia..”. “sudahlah Yunda jangan terus menangis, mama sudah memaafkanmu yun, kita pergi yuk, jangan berlarut dalam kesedihan ni. Mama pasti ingin melihatmu tersenyum. Bukan menangis.” Mereka pun beranjak dari makam tersebut. Terlihat seorang wanita berbaju putih bersih tengah tersenyum dan kiss bye untuknya.. kakak beradik itu segera menangkap kiss itu dan mendekatkan genggaman itu ke dada masing-masing.
Kau mengulum senyummu saat aku menangis..
Saat tangisanku pecah, Kau tersenyum bahagia..
Perjuanganmu tak sia-sia..
Aku berterima kasih karna kau membuatku hadir..
Dengan segelintir harapan, kini dunia menyambutku oleh jasamu..
Kau.. mama…

This is fiction from      : Nofita Purwaningtyas
Poetry by               : Dias Alfi Gusti Kurniawan

Senin, 19 Desember 2011

FF(flash fiction)

Flash fiction adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction, umumnya karya ini lebih pendek dari 1000 atau 2000 kata. Rata-rata flash fiction memiliki antara 250 dan 1000 kata. (Sebagai perbandingan, ukuran cerita pendek berkisar antara 2.000 dan 20.000 kata. Rata-rata panjangnya antara 3.000 dan 10.000 kata.)
Beberapa karya di Indonesia sudah menyebut flash fiction dengan beberapa nama[rujukan?]. Graffiti Imaji terbitan Yayasan Multimedia Sastra, sebagai contoh, adalah antologi "cerpen pendek". Flash! Flash! Flash! terbitan Gradien menyebut dirinya sebagai kumpulan "cerita sekilas". Sejumlah sastrawan juga menyebutnya sebagai "cerita mini", disingkat "cermin". Semua ini mengacu pada rupa flash fiction yang sepertinya dirancang untuk dibaca sekaligus.
Keterbatasan jumlah kata flash fiction sendiri sering kali memaksa beberapa elemen kisah (protagonis, konflik, tantangan, dan resolusi) untuk muncul tanpa tersurat; cukup hanya disiratkan dalam cerita. Secara ekstrem, prinsip ini dicontohkan oleh Ernest Hemingway dalam cerita enam katanya, "Dijual: sepatu bayi, belum pernah dipakai."[1]
Satu jenis flash fiction menggunakan jumlah kata yang spesifik. Contohnya cerita lima puluh lima kata atau cerita seratus kata.

MENULIS SEBAGAI TERAPI PIKIRAN,EMOSI DAN BATIN


Menulis adalah sebuah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapapun dari berbagai profesi. Anak-anak  juga sudah belajar menulis  ketika masih di taman kanak-kanak atau baru memasuki sekolah dasar.
Setiap orang  memiliki tujuan menulis yang berbeda-beda. Ada yang menulis  untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan namun ada juga yang menulis sebagai tempat mencurahkan apa saja yang sedang dirasakan, dialami dan writing200dipikirkan. Bagi seorang yang senang menulis, sebuah  tugas menulis adalah tantangan yang menyenangkan. Terlepas dari apa tujuan seseorang menulis, terdapat beberapa manfaat positif yang sama bagi setiap penulis
Menulis akan mendorong berpikir logis, sistematis dan kreatif
Menulis dalam prosesnya akan menggunakan kedua belahan otak. Menulis adalah sebuah proses  mengkaitkan-kaitkan antara kata, kalimat,  paragraf maupun  antara bab secara logis agar dapat dipahami. Proses ini mendorong seorang penulis  harus berpikir secara sistematis dan logis sekaligus kreatif.
Ketika seseorang berhasil menulis sebuah artikel, diari, buku, opini , dll, hal ini membuktikan bahwa pikiran logis, sistematis dan kreatif  berfungsi dengan baik.
Dengan menulis maka neuron-neuron dalam otak manusia menjadi terbiasa digunakan dan membentuk jalur-jalur baru yang tertata  Jalur-jalur neuron yang tertata rapi akan memudahkan akses sehingga memudahkan sebuah informasi di temukan. Inilah yang menyebabkan proses menulis mampu mendorong meningkatkan daya ingat manusia.
Bisa anda bandingkan dengan bagaimana mencari ribuan file di sebuah hardisk komputer yang direktori penyimpanan file tertata rapi sesuai klasifikasinya sedangkan di hardisk yang lainnya fle tersimpan di dalam beberapa direktori tanpa jelas klasifikasinya, tentu akan kesulitan untuk mencarinya, kecuali menggunakan perangkat lunak tambahan yang berfungsi sebagai mesin pencari.
Menulis mendorong seorang penulis untuk berinteraksi dengan orang lain.
Setelah seorang penulis menghasilkan karya berupa artikel, cerita ataupun berupa buku, hampir dapat dipastikan  akan ada pembaca yang ingin berinteraksi dengan sang penulis. Inilah salah satu aspek manfaat sosial bagi seorang penulis karena mendorong dia untuk berinteraksi dengan orang lain dan menjaga komunikasi dengan pembaca. Para pembaca tidak selalu harus orang yang tidak dikenal sang penulis , bisa saja orang disekitarnya yang dikenal tapi jarang berinteraksi. Sehingga interaksi terjadi lewat tanggapan dan apresiasi terhadap hasil karya sang penulis .
Hosting Stabil & Aman, Silahkan Klik
Menulis juga  mendorong untuk   menjadi bijaksana
Menuliskan segala perasaan, masalah, dan konflik yang terjadi dalam hidup akan mendorong  orang menjadi semakin bijaksana. Dengan menulis diari kita akan belajar berkompromi dengan setiap masalah yang ada. Belajar memahami masalah dan tidak sekadar mengutamakan ego semata. Semakin banyak melibatkan proses menulis dalam menghadapi permasalahan, kita akan menjadi semakin peka dan mampu menggunakan kepala yang dingin ketika memutuskan sesuatu.
Dengan memetakan masalah  dalam tulisan maka segala sisi persoalan akan terlihat lebih jelas. Hal ini akan memudahkan kita dalam mencari solusinya.
Menulis sebagai terapi batin melalui pelepasan emosional
James Pennebaker membuktikan bahwa menuliskan perasaan-perasaan akan membawa pengaruh yang positif bagi kesehatan dengan meningkatnya kekebalan tubuh. Lewat risetnya, ternyata mereka yang menuliskan perasaan-perasaannya melalui  diari (catatan harian) memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik di bandingkan yang tidak.
Kisah yang ditulis seorang  ibu  di blognya rinurbad.multiply.com semoga dapat menjadi inspirasi tentang manfaat menulis sebagai terapi batin.
Empat tahun silam, saya terkapar sakit selama kurang-lebih tiga bulan. Kondisi saya begitu lemah, bahkan lebih parah daripada sewaktu keguguran, sehingga saya merasa sulit untuk bertahan dan hampir menyerah. Seorang kerabat dekat berkata, “De, kalo kamu punya beban pikiran atau masalah..jangan dipendam. Tulis buku harian, tuangkan isi hati kamu lalu robek-robek biar nggak ada yang tahu.”
Buku harian, yang sempat menjadi sahabat karib saya semasa remaja, raib dari kehidupan saya setelah menikah. Bukan salah suami, ia tak pernah melarang saya sedikit berahasia dan berusaha menampung segala keluh-kesah setiap saat. Bukan pula salah rutinitas perkawinan. Saya hanya mengira tidak membutuhkan jurnal lagi.

Saya gemar menulis surat pada diri sendiri. Tak ada yang hilang sampai  sekarang. Bahkan, seperti kata dokter James W. Pennebaker dalam Ketika Diam Bukan Emas, saya merasa jauh lebih baik. Manfaat yang menjadikan saya kian cinta menulis ini membuat saya tak terlalu sulit merenungkan apa yang ingin saya tuturkan.
Apapun bentuknya, menulis adalah sebentuk pembebasan jiwa dari tekanan-tekanan dan kepahitan yang tertelan di masa lalu. Alhamdulillah, suami sangat mendukung. Ia lebih suka saya menulis daripada minum obat-obatan yang jelas sudah mengikis ketahanan fisik saya. Dengan menulis, saya tak lagi kesepian. Saya dapat berbincang dengan diri sendiri kala suami tidak dapat mendampingi. Gangguan lambung kronis yang saya derita pun sudah jarang kambuh, kecuali bila terjadi kejutan-kejutan psikologis di luar kendali saya.
Manfaat menulis sebagai terapi batin juga dapat di simak dari pendapat  seorang penulis di blog pakde.com:
“Selesai menulis, seringkali kita lega, plong, rasanya beban yang tadi menghimpit telah tersingkir begitu saja. Kadang ia juga tidak memberi manfaat seinstan itu, tapi bekerja dengan cara berbeda. Selesai menulis, misalnya, kita seperti menemukan sesuatu yang begitu berharga dalam tulisan kita. Atau, selesai menulis, tiba-tiba kita memperoleh pencerahan, yang tak bakal didapat tanpa menulis dulu. Keduanya bisa menginspirasi kita untuk menyelesaikan sumber permasalahan – kalau ada.
Memberi kesempatan orang lain buat membaca tulisan kita juga sama artinya membagi persoalan – ekstremnya seperti pasien curhat pada psikolog atau psikiater. Terima kasih kalau ada yang membagi pengalaman serupa atau membantu mencarikan jalan keluar. Kalau pun tidak, sekurangnya orang yang membaca bakal berempati dan lebih memahami kita.”
(ab, Kabarsehat.com, diolah dari berbagai sumber)

Minggu, 11 Desember 2011

lirik lagu give me everything

Me not working hard?
Yea right picture that with a kodak
And better yet, go to times square
Take a picture of me with a kodak
Took my life from negative to positive
And I just want y’all know that
And tonight, let’s enjoy life

Pitbull, Nayer, Ne-Yo

[Ne-Yo / Nayer - Chorus]

Tonight I will love love you tonight
Give me everything tonight
For all we know we might not get tomorrow
Let’s do it tonight
I will love love you tonight
Give me everything tonight
For all we know we might not get tomorrow
Lets do it tonight

Let’s do it tonight

Grab somebody sexy tell ‘em hey
Give me everything tonight
Give me everything tonight
Give me everything tonight
Give me everything tonight

[Pitbull - Pre Chorus]

Excuse me
But I might drink a little bit more than I should tonight
And I might take you home with me if I could tonight
And I think you should let me cause I look good tonight
lyricsalls.blogspot.com
And we might not get tomorrow

[Ne-Yo / Nayer - Chorus]

Tonight I will love love you tonight
Give me everything tonight
For all we know we might not get tomorrow
Lets do it tonight
I will love love you tonight
Give me everything tonight
For all we know we might not get tomorrow
Lets do it tonight
Lets do it tonight

Grab somebody sexy tell ‘em hey
Give me everything tonight
Give me everything tonight
Give me everything tonight
Give me everything tonight

Excuse me
But I might drink a little bit more than I should tonight
And I might take you home with me if I could tonight
And I think you should let me cause I look good tonight
And we might not get tomorrow